Kamis, 13 November 2014

Tujuan Investasi

      Pada tulisan saya sebelumnya yang menyatakan pengertian tentang investasi, sekarang saya akan menulis tentang apa tujuan investasi.

Tujuan Investasi 

        Seperti pada definisinya, tujuan investasi pada umumnya adalah untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan harapan. Atau dari segi yang lebih luas, investasi dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan moneter investor. Sedangkan secara spesifik, ada beberapa tujuan investasi, antara lain :
  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang : seorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan kesejahteraan moneternya di masa yang akan datang, serta bagaimana mempertahankannya. 
  2. Mengurangi tekanan inflasi : dengan melakukan kegiatan investasi, kita dapat menghindar dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak milik akibat pengaruh inflasi.
          Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi berikut :

Misalnya, Bpk Rudi mulai menabung Rp 3.000.000 per tahun pada usia 25 tahun. Bpk Rudi pensiun 40 tahun kemudian pada usia 65 tahun. Apabila Bpk Rudi memperoleh 8% per tahun, dia akan mempunyai uang hampir sebesar Rp 800.000.000. Tetapi jika Bpk Rudi memperoleh 12% per tahun, dia akan mempunyai lebih dari 2,3 Milyar. Banyaknya nilai mendatang dihitung sbb,
Pada tingkat bunga 8% per tahun,
FVIFA = Rp 3.000.000 X FVIFA (8%,40) = 3.000.000 X 259,06 = Rp 777.180.000
Pada tingkat bunga 12% per tahun,
FVIFA = Rp 3.000.000 X  FVIFA(12%,40) = 3.000.000 X 767,09 = Rp 2.301.270.000
dimana, FVIFA = Future Value of Annuity (nilai masa mendatang suatu seri aliran kas yang sama pd setiap periode)

Karena kita berfokus pada tujuan investasi, maka dapat dilihat bahwa Bpk Rudi mempertimbangkan berapa nilai uang yang akan diterimanya dengan bunga yang berbeda. Hal ini tentu berkaitan dengan tujuan investasi yaitu meningkatkkan kesejahteraan moneter pada masa yang akan datang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar