Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Untuk memahami proses investasi, seorang investor terlebih dahulu harus mengetahui beberapa konsep dasar investasi yang akan dibuat.
Dasar Keputusan Investasi
Keputusan investasi bersifat individual dan tergantung sepenuhnya pada investor sebagai pribadi yang bebas. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum menentukan sebuah keputusan investasi. Namun, pada umumnya yang menjadi dasar keputusan investasi antara lain :
- Return : Keuntungan adalah alasan utama yang menjadi dasar keputusan investasi pada umumnya. Tingkat keuntungan suatu investasi inilah yang disebut dengan return. Wajar bila investor menginginkan return yang tinggi dari investasinya. Return dibagi menjadi dua yaitu return harapan dan return aktual. Return harapan (expected return) adalah tingkat return yang diantisipasi investor di masa yang akan datang. Sedangkan return aktual (realized return) atau biasa disebut dengan return yang terjadi adalah tingkat return yang telah diperoleh di masa lalu. Dalam hal ini, investor harus mempertimbangkan perbedaan return harapan dan return aktual tersebut dalam menentukan keputusan.
- Risiko : Seperti yang telah dijelaskan pada blog sebelumnya, hal yang tidak kalah perlu untuk dipertimbangkan adalah risiko suatu investasi. Investor harus mempertimbangkan berapa besar risiko yang harus ditanggung dari investasi yang akan diambil. Risiko adalah kemungkinan realisasi return aktual lebih rendah dari return minimum yang diharapkan. Sudah sewajarnya bila investor menargetkan berapa tingkat return yang ingin ia dapatkan. Namun, dalam hal ini diperlukan rasionalitas, dimana return minimun yang diharapkan haruslah masuk akal agar nantinya tidak mengecewakan.
- Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan : Dari beberapa penjelasan di atas, sudah pasti ada hubungan yang terjadi antara return harapan dan risiko. Dimana, "semakin besar jumlah return harapan suatu investasi maka semakin besar pula risiko yang akan dihadapi oleh investor, demikian pula sebaliknya". Pada umumnya tidak satupun investasi yang bebas dari risiko. Misalnya, Investasi dalam bentuk tabungan yang selama ini dianggap relatif aman, tetap memiliki risiko minimal seperti risiko inflasi yang akan menurunkan nilai dari tabungan tersebut. Dengan demikian, return harapan dan risiko memiliki hubungan yang searah atau linear atau memiliki hubungan timbal balik yang sebanding. Jadi, apabila ada yang menawarkan investasi dengan iming-iming return yang tinggi dengan tingkat risiko yang rendah, maka investasi tersebut patut untuk dicurigai sebagai penipuan.
Proses Keputusan Investasi
Proses keputusan investasi terdiri dari lima tahap keputusan yang bersifat berkesinambungan (going process), yaitu :
- Penentuan tujuan investasi : Investor memiliki tujuan masing-masing dalam berinvestasi. Dalam hal ini, tujuan harus ditentukan dan menjadi prioritas utama, sebelum membuat keputusan investasi. Dengan tujuan, investor dapat menentukan apa langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah yang tentunnya tersusun dengan sistematis, karena sudah memiliki perencanaan di awal.
- Penentuan kebijakan investasi : Setelah menentukan tujuan, selanjutnya adalah menentukan apa kebijakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Tahap ini dimulai dengan penentuan keputusan alokasi aset. Keputusan ini menentukan dimana dana yang kita miliki seharusnya ditempatkan saat memilih suatu investasi. Selanjutnya, investor memperhatikan batasan-batasan yang akan mempengaruhi kebijakan yanng akan diambil.
- Pemilihan stretegi portofolio : Ada dua strategi portofolio yang bisa dipilih dalam mengamankan asetnya, yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi protofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dengan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik. Sedangkan, strategi portofolio pasif meliputi aktivitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar. Asumsi strategi ini adalah bahwa semua informasi yang tersedia akkan diserap oleh pasar dan direfleksikan pada harga saham. Dengan strategi aktif, investor berusaha mengidentifikasikan saham yang dia pertimbangkan akan bagus dimasa datang. Dengan kata lain, dia mencoba untuk mencari winner. Sebaliknya, dengan strategi pasif, investor dapat membeli reksa dana (mutual fund).
- Pemilihan aset : Setelah menentukan strategi portofolio, selanjutnya adalah memilih aset yang akan dimasukkan dalam portofolio tersebut. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mencari kombinasi portofolio yang efisien, yaitu portofolio yang menawarkan return harapan yang tertinggi dengan tingkat risiko tertentu atau sebaliknya. Dalam tahap ini, investor harus benar-benar memahami tentang masing-masing aset tersebut.
- Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio : Tahap ini meliputi pengukuran kinerja portofolio dan pembandingan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja portofolio lainnya melalui proses benchmarking. Proses ini biasanya dilakukan terhadap indeks portofolio pasar, untuk mengetahui seberapa baik kinerja portofolio lainnya. Apabila pada tahap ini memiliki hasil yang kurang baik, maka harus diulang dari tahap awal. Inilah yang disebut dengan bersifat berkesinambungan (going process).
Sumber :
Tandalilin, Eduardus,2010, "Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi".
Rivai, Veithzal,2012, "Financial Institution Management".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar