Sabtu, 15 November 2014

PILIHAN INVESTASI

Ada banyak pilihan apabila ingin berinvestasi. Dengan memperhatikan konsep-konsep dasarnya, anda dapat memilih investasi apa yang cocok untuk anda. Apalagi bila anda seorang investor pemula, anda dapat meminta bantuan ahli seperti konsultan, atau belajar secara otodidak dari literatur-literatur yang tersedia untuk menentukan pilihan investasi yang tepat.

Alternatif Pilihan Investasi

Apabila anda memiliki dana yang cukup, atau dana yang anda sisihkan untuk berinvestasi, maka anda dapat memilih objek investasi apa yang akan anda ambil. Pilihlah objek tersebut berdasarkan tujuan yang sudah anda tetapkan di awal, agar dana yang anda investasikan menghasilkan yang anda inginkan. Objek-objek investasi yang dapat anda ambil, antara lain :
  1. Tabungan
  2. Deposito
  3. Sertifikat Deposito
  4. Menutup Polis Asuransi
  5. Membeli Valuta Asing
  6. Mendirikan Usaha Baru
  7. Membeli Emas atau Perhiasan Lainnya
  8. Membeli Rumah, Tanah, atau Ruko
  9. Membeli Surat Berharga Pasar Uang
  10. Membeli Surat Berharga Pasar Modal
Untuk penjelasan yang lebih rinci mengenai alternatif-alternatif tersebut akan saya jelaskan secara tersendiri pada blog berikutnya.

Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Dalam Berinvestasi

Dalam menentukan pilihan investasi, tentu ada banyak faktor yang harus anda perhatikan dan pertimbangkan. Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi bahan pertimbangan dari sekian banyak faktor yang dapat mempengaruhi investasi :

1. Diri Sendiri 
    Sebelum berinvestasi, sebaiknya anda mempertimbangkan apa tujuan anda melakukan investasi tersebut, atau dengan kata lain bagaimana rencana hidup anda ke depan. Apakah anda berinvestasi untuk mencukupi biaya hidup anda setelah pensiun atau ada alasan lain. Selain itu, anda sebaiknya menentukan investasi berdasarkan yang anda sukai atau yang membuat anda tertarik, tentunya dengan tetap memperhatikan isi kantong anda dan risiko yang akan dihadapi.

2. Pajak
    Faktor ini mengharuskan anda mempertimbangkan dan menghitung berapa pendapatan bersih anda setelah dipotong pajak. Dengan demikian anda dapat memperkirakan berapa hasil yang akan anda dapatkan.

3. Likuiditas
    Ada saatnya anda membutuhkan uang secara mendadak. Oleh karena itu, investasi yang memiliki tingkat likuiditas tinggi atau mudah untuk dicairkan dapat anda jadikan pilihan. Misalnya tujuan anda adalah berinvestasi untuk membantu biaya kuliah anda 5 tahun ke depan, tentu dalam perjalanannya  anda tiba-tiba membutuhkan uang untuk membayar keperluan lain yang lebih mendesak,dengan demikian pilihan yang dapat anda ambil pada saat itu adalah mecairkan modal investasi anda. 

4. Situasi Ekonomi Internasional
    Jangan pernah lupa bahwa anda tidak berinvestasi sendirian. Bahkan saat ini, anda sedang berada di era globalisasi dan dunia perekonomian bebas. Perubahan ekonomi suatu negara di dunia akan berpengaruh pada ekonomi tempat anda melakukan investasi saat ini, entah itu berdampak menguntungkan atau sebaliknya. Maka jangan pernah lupa untuk selalu memperhatikan perkembangan ekonomi dunia saat ini.

5. Situasi Ekonomi Nasional
    Selain ekonomi dunia, anda juga harus memperhatikan perkembangan dan perubahan kondisi ekonomi tempat anda akan berinvestasi saat ini. Situasi ekonomi nasional berpengaruh terhadap bidang usaha atau industri tempat anda berinvestasi. Dengan memperhatikan hal ini, anda dapat menentukan strategi investasi yang tepat baik saat ini atau untuk masa yang akan datang.

6. Situasi Industri
    Situasi industri di tempat anda berinvestasi, sangat berpengaruh terhadap objek investasi yang ditanamkan. Perlu bagi anda mengamati apakah bidang industri tersebut sedang berkembang atau berada pada titik jenuh untuk dapat membuat keputusan apakah bertahan atau berpindah tempat. Hal ini akan membantu anda menemukan lokasi investasi lain yang jauh menguntungkan bagi anda.

7. Sains dan Teknologi
    Yang tak kalah penting adalah pengaruh sains dan teknologi bagi investasi anda. Tentu dalam menjalankan investasi, anda tidak akan pernah lepas dari kedua hal ini. Oleh  karena itu tingkatkan terus pengetahuan tentang kedua hal ini, yang tentunya akan mempermudah proses investasi anda.

8. Siklus dan Trend
    Setiap kegiatan usaha memiliki siklus (daur), penting bagi anda untuk menganalisis kecenderungan (trend) suatu usaha tempat anda berinvestasi di masa depan. Hal ini akan membantu anda meramal kondisi yang akan dialami perusahaan tempat anda berinvestasi di masa depan.

Dengan mempelajari setiap pilihan investasi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, anda dapat membuat pilihan investasi yang cerdas, tentu dengan tidak melupakan perhitungan risiko dan portofolionya.


Sumber :
Rivai, Veithzal dkk.2012."Financial Institution Management"

Jumat, 14 November 2014

PROSES INVESTASI

Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Untuk memahami proses investasi, seorang investor terlebih dahulu harus mengetahui beberapa konsep dasar investasi yang akan dibuat.

Dasar Keputusan Investasi

Keputusan investasi bersifat individual dan tergantung sepenuhnya pada investor sebagai pribadi yang bebas. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum menentukan sebuah keputusan investasi. Namun, pada umumnya yang menjadi dasar keputusan investasi antara lain :
  1. Return : Keuntungan adalah alasan utama yang menjadi dasar keputusan investasi pada umumnya. Tingkat keuntungan suatu investasi inilah yang disebut dengan return. Wajar bila investor menginginkan return yang tinggi dari investasinya. Return dibagi menjadi dua yaitu return harapan dan return aktual. Return harapan (expected return) adalah tingkat return yang diantisipasi investor di masa yang akan datang. Sedangkan return aktual (realized return) atau biasa disebut dengan return yang terjadi adalah tingkat return yang telah diperoleh di masa  lalu. Dalam hal ini, investor harus mempertimbangkan perbedaan return harapan dan return aktual tersebut dalam menentukan keputusan.
  2. Risiko : Seperti yang telah dijelaskan pada blog sebelumnya, hal yang tidak kalah perlu untuk dipertimbangkan adalah risiko suatu investasi. Investor harus mempertimbangkan berapa besar risiko yang harus ditanggung dari investasi yang akan diambil. Risiko adalah kemungkinan realisasi return aktual lebih rendah dari return minimum yang diharapkan. Sudah sewajarnya bila investor menargetkan berapa tingkat return yang ingin ia dapatkan. Namun, dalam hal ini diperlukan rasionalitas, dimana return minimun yang diharapkan haruslah masuk akal agar nantinya tidak mengecewakan.
  3. Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan : Dari beberapa penjelasan di atas, sudah pasti ada hubungan yang terjadi antara return harapan dan risiko. Dimana, "semakin besar jumlah return harapan suatu investasi maka semakin besar pula risiko yang akan dihadapi oleh investor, demikian pula sebaliknya". Pada umumnya tidak satupun investasi yang bebas dari risiko. Misalnya, Investasi dalam bentuk tabungan yang selama ini dianggap relatif aman, tetap memiliki risiko minimal seperti risiko inflasi yang akan menurunkan nilai dari tabungan tersebut. Dengan demikian, return harapan dan risiko memiliki hubungan yang searah atau linear atau memiliki hubungan timbal balik yang sebanding. Jadi, apabila ada yang menawarkan investasi dengan iming-iming return yang tinggi dengan tingkat risiko yang rendah, maka investasi tersebut patut untuk dicurigai sebagai penipuan.

Proses Keputusan Investasi

Proses keputusan investasi terdiri dari lima tahap keputusan yang bersifat berkesinambungan (going process), yaitu :
  1. Penentuan tujuan investasi : Investor memiliki tujuan masing-masing dalam berinvestasi. Dalam hal ini, tujuan harus ditentukan dan menjadi prioritas utama, sebelum membuat keputusan investasi. Dengan tujuan, investor dapat menentukan apa langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Langkah yang tentunnya tersusun dengan sistematis, karena sudah memiliki perencanaan di awal.
  2. Penentuan kebijakan investasi : Setelah menentukan tujuan, selanjutnya adalah menentukan apa kebijakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Tahap ini dimulai dengan penentuan keputusan alokasi aset. Keputusan ini menentukan dimana dana yang kita miliki seharusnya ditempatkan saat memilih suatu investasi. Selanjutnya, investor memperhatikan batasan-batasan yang akan mempengaruhi kebijakan yanng akan diambil.
  3. Pemilihan stretegi portofolio : Ada dua strategi portofolio yang bisa dipilih dalam mengamankan asetnya, yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi protofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dengan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik. Sedangkan, strategi portofolio pasif meliputi aktivitas investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar. Asumsi strategi ini adalah bahwa semua informasi yang tersedia akkan diserap oleh pasar dan direfleksikan pada harga saham. Dengan strategi aktif, investor berusaha mengidentifikasikan saham yang dia pertimbangkan akan bagus dimasa datang. Dengan kata lain, dia mencoba untuk mencari winner. Sebaliknya, dengan strategi pasif, investor dapat membeli reksa dana (mutual fund).
  4. Pemilihan aset : Setelah menentukan strategi portofolio, selanjutnya adalah memilih aset yang akan dimasukkan dalam portofolio tersebut. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mencari kombinasi portofolio yang efisien, yaitu portofolio yang menawarkan return harapan yang tertinggi dengan tingkat risiko tertentu atau sebaliknya. Dalam tahap ini, investor harus benar-benar memahami tentang masing-masing aset tersebut.
  5. Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio : Tahap ini meliputi pengukuran kinerja portofolio dan pembandingan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja portofolio lainnya melalui proses benchmarking. Proses ini biasanya dilakukan terhadap indeks portofolio pasar, untuk mengetahui seberapa baik kinerja portofolio lainnya. Apabila pada tahap ini memiliki hasil yang kurang baik, maka harus diulang dari tahap awal. Inilah yang disebut dengan bersifat berkesinambungan (going process).

Sumber :
Tandalilin, Eduardus,2010, "Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi".
Rivai, Veithzal,2012, "Financial Institution Management".

Kamis, 13 November 2014

Tujuan Investasi

      Pada tulisan saya sebelumnya yang menyatakan pengertian tentang investasi, sekarang saya akan menulis tentang apa tujuan investasi.

Tujuan Investasi 

        Seperti pada definisinya, tujuan investasi pada umumnya adalah untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan harapan. Atau dari segi yang lebih luas, investasi dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan moneter investor. Sedangkan secara spesifik, ada beberapa tujuan investasi, antara lain :
  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang : seorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan kesejahteraan moneternya di masa yang akan datang, serta bagaimana mempertahankannya. 
  2. Mengurangi tekanan inflasi : dengan melakukan kegiatan investasi, kita dapat menghindar dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak milik akibat pengaruh inflasi.
          Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi berikut :

Misalnya, Bpk Rudi mulai menabung Rp 3.000.000 per tahun pada usia 25 tahun. Bpk Rudi pensiun 40 tahun kemudian pada usia 65 tahun. Apabila Bpk Rudi memperoleh 8% per tahun, dia akan mempunyai uang hampir sebesar Rp 800.000.000. Tetapi jika Bpk Rudi memperoleh 12% per tahun, dia akan mempunyai lebih dari 2,3 Milyar. Banyaknya nilai mendatang dihitung sbb,
Pada tingkat bunga 8% per tahun,
FVIFA = Rp 3.000.000 X FVIFA (8%,40) = 3.000.000 X 259,06 = Rp 777.180.000
Pada tingkat bunga 12% per tahun,
FVIFA = Rp 3.000.000 X  FVIFA(12%,40) = 3.000.000 X 767,09 = Rp 2.301.270.000
dimana, FVIFA = Future Value of Annuity (nilai masa mendatang suatu seri aliran kas yang sama pd setiap periode)

Karena kita berfokus pada tujuan investasi, maka dapat dilihat bahwa Bpk Rudi mempertimbangkan berapa nilai uang yang akan diterimanya dengan bunga yang berbeda. Hal ini tentu berkaitan dengan tujuan investasi yaitu meningkatkkan kesejahteraan moneter pada masa yang akan datang.



Apa Itu Investasi ?

      

Pengertian Investasi

    Untuk tahu bagaimana cara berinvestasi, perlu kita ketahui terlebih dahulu apa itu investasi. Dalam arti yang sederhana, investasi dapat diartikan sebagai komitmen untuk menanamkan sejumlah dana pada saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Dengan kata lain, investasi merupakan komitmen untuk mengorbankan konsumsi sekarang (sacrifice current consumption) dengan tujuan memperbesar konsumsi di masa yang akan datang. Sebagai contoh, apabila kita ingin membuat rumah mewah pada lima tahun yang akan datang, maka yang kita lakukan saat ini untuk mencapainya lah yang dimaksud dengan investasi, misalnya kita membeli saham untuk mendapatkan keuntungan yang keuntungan tersebut akan digunakan untuk mencapai impian terhadap rumah mewah tadi. 
      Selama ini apabila mendengar tentang investasi, pasti yang paling utama terbersit di benak kita adalah mengenai saham. Itu merupakan salah satu bentuk aktivitas investasi, padahal apabila ditelusuri lebih jauh, investasi memiliki arti yang sangat luas, misalnya saja investasi dengan menanamkan sejumlah dana pada aset riil seperti tanah, emas, properti, dll atau pada aset finansial seperti deposito, obligasi dll. Oleh karena itu, penting bagi kita terutama bagi generasi muda untuk benar-benar paham tentang investasi. Semakin generasi muda mengerti investasi, maka negara tersebut akan semakin maju.
    Pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut dengan investor (pemodal). Pada umumnya investor dibedakan menjadi dua,  yaitu :
  1. Investor individual (individual/retail investors) : merupakan individu-individu yang melakukan  aktivitas investasi dipasar keuangan dan pasar modal.
  2. Investor institusional (institusional investors) : merupakan perusahaan-perusahaan serta lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan investasi di pasar keuangan dan pasar modal.
     Para investor melakukan investasi biasanya  mempertimbangkan risiko-risiko yang terjadi. Dimana risiko-risiko tersebut akan saya jelaskan pada blog berikutnya. Investasi juga mempelajari tentang bagaimana mengelola kesejahteraan moneter investor (investor's moneter wealth). Kesejahteraan moneter investor bisa dilihat dari pendapatan yang dimiliki saat ini dan nilai pendapatan saat ini pada masa yang akan datang (present value of assets). Maka, dapat kita katakan bahwa investasi merupakan salah satu sarana untuk memperoleh keuntungan atau memperbesar pendapatan. Dalam hal ini, jangan ragu untuk memutuskan berinvestasi, karena kita akan mendapatkan keuntungan seperti menambah pendapatan. Untuk berinvestasi, kita harus mampu menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk berinvestasi. Agar aman, berinvestasilah dengan tidak lupa mempertimbangkan risiko yang akan terjadi. Banyak cara melakukan investasi, misalnya dengan reksa dana bagi investor yang ingin berinvestasi dengan risiko yang lebih kecil dari investasi saham.